aku memang mengenal mu sejak lama..
tapi dulu aku hanya sekedar mengenalmu saja, tak lebih..
entah mengapa,, mungkin takdir yang mempertemukan kita
Suatu hari,, kau mulai mendekatiku
awalnya.. aku tak tahu mengapa
tapi kini aku tahu mengapa kamu bisa kenal denganku
ternyata,,alasannya yaitu sahabatku
Dia yang menyatukan kita..
Dia sengaja berbuat demikian
Sungguh,aku tak tahu.. hanya dalam beberapa hari saja aku telah jatuh hati padamu..
Kau membuat hariku berubah, menjadi lebih indah dan kamu yang membuat semangatku muncul kembali..
kau berbeda dari yang lain,, aku sangat sangat suka kamu
tapi,, baru beberapa hari saja ku jalani hubungan denganmu, tapi mengapa penyakit ganas itu menyerangmu lagi??
seandainya kau tahu, hatiku menjerit dengan semua kejadian ini. mengapa? karena hatiku tak rela membiarkanmu terluka karena penyakit itu
aku tahu penderitaan ini sangat membuat mu lelah
aku tahu itu
tapi, aku tak tahu harus berbuat apa demi kesehatanmu..
dari dulu, aku memang sudah mengetahui penyakitmu.. dan aku pun tak ragu untuk memilihmu
Sungguh, aku sayang kamu.. aku tak mau suatu hal terjadi pada dirimu
"Ya allah,, aku selalu memohon kepada-Mu untuk kebaikan dirinyaa, aku rindu diiaa,, aku tahu penderitaan dia begitu luar biasa, aku pun tahu Engkau pun menyayanginya.. tapi sungguh Engkau pasti tahu aku tak mau kehilangan dirinya.. Ya allah kuatkanlah dirinya,demi mempertahankan hidupnyaa.. sembuhkanlah dia Ya Allah, hilangkanlah penyakit itu .."
"aku butuh waktu lebih lama untuk selalu bersama dirinya...aku butuh waktu lebih lama untuk saling menyayangi dengan dirinya..aku butuh waktu lebih lama untuk menghiasi hari-harinya"
READER,,, ini sungguh kisah nyata yang terjadi pada diriku ..
dan sungguh saat ini juga dia sedang koma di rumah sakit.. aku mengetahui itu semua dari kakaknya..katanya dia sudah mengidap stadium 3
mohon doa.a reader
Sungguh,, sering sekali hatiku menjerit seperti ini.
aku kangen dia
aku sayang dia
aku cinta dia
tak peduli apapun kekurangannya,, aku sangat ingin dia
Benar-benar hanya dia
24-03-2013 you and me falling in love
thanks reader, udah mau baca curhatanku :)
Raudina's blog
Sabtu, 30 Maret 2013
Rabu, 23 Januari 2013
Gerbang ilmu
Marah? Awas sakit jantung?
Kalian mungkin suka mendengar ungkapan "Jangan suka marah, nanti jantungan!". Ungkapan tersebut mungkin ada benarnya juga.
Sebuah penelitian di AS menunjukkan bahwa pria yang berwatak keras lebih sering mengalami sakit jantung lebih awal dibandingkan pria yang berwatak lebih lembut.
Penelitian ini melibatkan lebih dari 1000 orang pria. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pria yang selalu merasa pada situasi penuh tekanan dengan perasaan marah dan mudah tersinggung akan mengalami risiko gangguan jantung lebih tinggi tiga kali lipat sebelum berusia 55 tahun. Pria dengan kondisi ini juga lebih sering terkena serangan jantung sebelum berusia 5 tahun.
Dari 1000 orang pria tersebut, 8% nya diduga menderita penyakit jantung lebih awal. Risiko serangan jantung lebih besar terjadi pada pria yang peka dan selalu memendam rasa amarahnya. Tidak hanya itu, kemarahan juga bisa meningkatkan risiko depresi (tekanan batin) dan kecemasan yang terkait dengan peningkatan risiko stroke.
Rasa marah diduga dapat meningkatkan pelepasan katekolamin, yaitu suatu bahan yang mengakibatkan terjadinya penyempitan pembuluh darah, meningkatkan denyut jantung dan meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu,kita harus bisa mengontrol rasa marah karena dengan mengontrol rasa marah maka risiko serangan jantung pada usia muda juga bisa diturunkan.
<dikutip dari buku biologi bilingual kls VIII & www.info-sehat.com>
Kalian mungkin suka mendengar ungkapan "Jangan suka marah, nanti jantungan!". Ungkapan tersebut mungkin ada benarnya juga.
Sebuah penelitian di AS menunjukkan bahwa pria yang berwatak keras lebih sering mengalami sakit jantung lebih awal dibandingkan pria yang berwatak lebih lembut.
Penelitian ini melibatkan lebih dari 1000 orang pria. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pria yang selalu merasa pada situasi penuh tekanan dengan perasaan marah dan mudah tersinggung akan mengalami risiko gangguan jantung lebih tinggi tiga kali lipat sebelum berusia 55 tahun. Pria dengan kondisi ini juga lebih sering terkena serangan jantung sebelum berusia 5 tahun.
Dari 1000 orang pria tersebut, 8% nya diduga menderita penyakit jantung lebih awal. Risiko serangan jantung lebih besar terjadi pada pria yang peka dan selalu memendam rasa amarahnya. Tidak hanya itu, kemarahan juga bisa meningkatkan risiko depresi (tekanan batin) dan kecemasan yang terkait dengan peningkatan risiko stroke.
Rasa marah diduga dapat meningkatkan pelepasan katekolamin, yaitu suatu bahan yang mengakibatkan terjadinya penyempitan pembuluh darah, meningkatkan denyut jantung dan meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu,kita harus bisa mengontrol rasa marah karena dengan mengontrol rasa marah maka risiko serangan jantung pada usia muda juga bisa diturunkan.
<dikutip dari buku biologi bilingual kls VIII & www.info-sehat.com>
Gerbang ilmu
Kolam Renang Memicu Serangan Ama
Mungkin diantara kalian pernah mendengar kalau berenang baik untuk penderita asma. Ternyata hal itu tidak benar, justru berenang dapat memperberat asma yang dideritanya, bahkan orang yang sehat juga dapat menderita asma apabila sering renang.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Hal ini berhubungan dengan klorin yang sering digunakan untuk disinfektan pada kolam renang. Klorin dapat menyebabkan gangguan pernapasan bagi para perenang, seperti munculnya seranagan asma setelah mereka berenang selama beberapa menit.
Pada penelitian terlihat perenang yang berada dalam kolam renang selama 6-8 menit, tiga kali lebih sering mengalami serangan asma (asma yang dipicu oleh olahraga) dibanding bila mereka berenang di kolam yang mengandung kadar klorin rendah atau berolahraga di darat.
Kadar klorin yang dianjurkan sebagai disinfektan untuk kolam renang mempunyai batas hingga 2 ppm. Akan tetapi untuk yang mempunyai serangan asma, klorin dengan batas tersebut dpat menyebabkan iritasi dan penyempitan pada salurn napasnya. Oleh karena itu, untuk yang mempunyai riwayat asma tetapi menyukai olahraga berenang dapat tetap melanjutkan hobinya, akan tetapi dengan menggunakan kolam renang berkadar klorin rendah (dibawah 0,5 ppm).
<dikutip dari buku biologi bilingual kelas 8 SMP>
Mungkin diantara kalian pernah mendengar kalau berenang baik untuk penderita asma. Ternyata hal itu tidak benar, justru berenang dapat memperberat asma yang dideritanya, bahkan orang yang sehat juga dapat menderita asma apabila sering renang.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Hal ini berhubungan dengan klorin yang sering digunakan untuk disinfektan pada kolam renang. Klorin dapat menyebabkan gangguan pernapasan bagi para perenang, seperti munculnya seranagan asma setelah mereka berenang selama beberapa menit.
Pada penelitian terlihat perenang yang berada dalam kolam renang selama 6-8 menit, tiga kali lebih sering mengalami serangan asma (asma yang dipicu oleh olahraga) dibanding bila mereka berenang di kolam yang mengandung kadar klorin rendah atau berolahraga di darat.
Kadar klorin yang dianjurkan sebagai disinfektan untuk kolam renang mempunyai batas hingga 2 ppm. Akan tetapi untuk yang mempunyai serangan asma, klorin dengan batas tersebut dpat menyebabkan iritasi dan penyempitan pada salurn napasnya. Oleh karena itu, untuk yang mempunyai riwayat asma tetapi menyukai olahraga berenang dapat tetap melanjutkan hobinya, akan tetapi dengan menggunakan kolam renang berkadar klorin rendah (dibawah 0,5 ppm).
<dikutip dari buku biologi bilingual kelas 8 SMP>
Tantangan matematika
Langganan:
Postingan (Atom)

