Rabu, 23 Januari 2013

Gerbang ilmu

      Marah? Awas sakit jantung?

             Kalian mungkin suka mendengar ungkapan "Jangan suka marah, nanti jantungan!". Ungkapan tersebut mungkin ada benarnya juga.
             Sebuah penelitian di AS menunjukkan bahwa pria yang berwatak keras lebih sering mengalami sakit jantung lebih awal dibandingkan pria yang berwatak lebih lembut.
             Penelitian ini melibatkan lebih dari 1000 orang pria. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pria yang selalu merasa pada situasi penuh tekanan dengan perasaan marah dan mudah tersinggung akan mengalami risiko gangguan jantung lebih tinggi tiga kali  lipat sebelum berusia 55 tahun. Pria dengan kondisi ini juga lebih sering terkena serangan jantung sebelum berusia 5 tahun.
             Dari 1000 orang pria tersebut, 8%  nya diduga menderita penyakit jantung lebih awal. Risiko serangan jantung lebih besar terjadi pada pria yang peka dan selalu memendam rasa amarahnya. Tidak hanya itu, kemarahan juga bisa meningkatkan risiko depresi (tekanan batin) dan kecemasan yang terkait dengan peningkatan risiko stroke.
             Rasa marah diduga dapat meningkatkan pelepasan katekolamin, yaitu suatu bahan yang mengakibatkan terjadinya penyempitan pembuluh darah, meningkatkan denyut jantung dan meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu,kita harus bisa mengontrol rasa marah karena dengan mengontrol rasa marah maka risiko serangan jantung pada usia muda juga bisa diturunkan.

<dikutip dari buku biologi bilingual kls VIII & www.info-sehat.com>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar